Senin, 25 Agustus 2014

Rindu yang Berlalu

Malam mmerambat turun perlahan
Angin enggan meniup menyapu dedaunan
Adakah engkau mendengar sepiku mengalun diterbangkan angin lalu?
Sementara aku masih terpekur pada kisah-kisah indah yang tersusun rapi di lemari hatiku

Rembulan mengintip malu di balik mega
Seakan enggan menemani laraku
Lara hati yang merindu
Merindu akan masa lalu

Andai sepi ini adalah sisaku
Aku tak mau merasakannya
Bila cinta ini adalah derita
Aku tak sanggup untuk menanggungnya
Angin tetap tak berhembus walau hanya sesaat

Tuk terbangkan rasa kecewaku
Malam kian kelabu
Hati merindu kian merindu

Putus Saja

Awalnya kau memang manis
Akhirnya kau sungguh sadis
Dahulu kau berkata akan setia
Tapi di belakangku kau mendua
Inikah yang kau sebut cinta?
Membagi hati dengan banyak wanita

Awalnya ku tak percaya
Tapi ini benar di depan mata
Kau bermesraan dengannya
Sungguh ku tak menduga
Ternyata yang kau ucap itu dusta

Dasar kau memang buaya
Yang bisanya mempermainkan wanita
Lebih baik kita putus saja
Dari pada aku terus tersiksa
Oleh sikapmu yang tak pernah ingin terbuka

Sabtu, 27 April 2013

2 April 2013

Kau adalah sepotong kisah masa lalu yang harus pergi
Jika kau masih tetap di sini, ada satu goresan yang akan terus menoreh
Sehingga  membuat diri ini akan selalu terperangkap dalam pusaran ombak yang tak berujung

Selasa, 29 Mei 2012

I LOVE YOU


Lihatlah senyumku
Ini bukan senyum biasa
Ini..luar biasa
Tak seperti..biasa
Hari ini..
Aku tak mau basa-basi
To the point aja
Aku lagi..jatuh cinta
Ya..
Cinta itu tlah ada
Datang bersama rindu
Menemani, pagi ini
Biarkan..dulu
Dia ngumpet..dalam dada
Mungkin masih malu
Sampai engkau Bilang,
IYA........!
Tak perlu kau tanya
Mengapa ku cinta kamu
Karna pasti kujawab
Aku tak bisa jawab
Dengan kata-kata
Sederhana.
Ku hanya ingin bicara
Biarkan cinta bicara
Dengan hati, sepenuh jiwa
Disana..jawaban nyata
Berbicara....
Cinta ini tlah ku antar
Khusus buat kamu
Biarkan nyaman dihatimu
I LOVE YOU........!

Selasa, 22 Mei 2012

KARMA


Tersudut berlinang diujung kamar berdebu
Berselimut hangat karma yang menyiksa
Tak kuasa berpaling tuk menghindar
Derita terus mendera, menempa, menindih dari segala arah
Tak ingin kusesali
Namun wajar sakit ini meminta sedikit air mata
Hingga hampir kering jelaga rasa pelipur jiwa
Ragaku teguh namun tidak jiwaku
Tuhan semakin sakit saat namaMU terucap
Dari pecah rongga bibir berdarah
Kenapa kau benci aku, berucap pun ku hanya bisa tuk bertanya
Semua bicara tentang Engkau yang penuh asih
Penuh cinta dan kedamaian
Tapi......
Adakah akan asih buatku? Jika Kau cipta bayangpun berkhianat didepanku
Sebatas mana kan kaucoba diriku
Apa hingga udara juga ikut bersekutu tuk membenciku?
Jika memang benar begitu adanya
Kubisa hanya berterima kasih karena kutahu rahasiaMU
Karma ini kan kembali menghiburku
mungkin nanti...

Senin, 21 Mei 2012

my b'day

thx buat teman"ku tercinta yang sdah ngasih surprise buat saya. beneran ditengah letih"nya sy tadi kalian dtang trus nyanyiin lagu happy b'day.
dan thx jg buat teman" dumay ku yg tersayang yg sdah ngirimin ucapan hb.
buat anak" vallen, g'black, black baster (ike), sepupu"ku dan semua deh pkoknya tanpa terkecuali.

tapi maaf buat semuanya, akunya ng punya byk wktu buat ngerayaiinnya, kejepit waktu soalnya. hehehe

sumpah hari ini mngkin hari ultahku yg beneran bkin cpek, ng ada wktu buat ngerefresh diri. mulai dr td pagi aja harus mandi ditemani sebatang lilin grgr mati lampu, pas nyala ng ngelewatin kesempatan buat tiup lilin di kamar mandi. hahahaha.
terus, harus pulang sekolahnya smpe sore, ng dijemput sama papa, nunggu angkotnya hmpir stengah jam, udah ngantuk, lemes, pkoknya 5L. hmm --"
di tambah lagi harus lnjut belajar skrg, ngerjain tugas presentasi kimia n bljr buat ulangan lisan fisika bsok. ampunnnnnnnnnnnnnnnnn.

Jumat, 18 Mei 2012

Syairku

Ku rangkaikan syair demi syair menjadi sebuah puisi
Ku singgung semua tentang dirimu
Dirimu yang kini hinggap di taman hatiku

Kau bawa aku dalam surga cintamu
Kau rangkul aku dalam jemari tanganmu
Menjadikanku terbuai dalam panah asramamu

Di sini hanya ada kita, kamu dan aku
Rasanya sangat bahagia
Di atas sebuah batu besar memandang lautan
Dengan suasana yang hening
Kau katakan maukah kau kupinang?