Malam mmerambat turun perlahan
Angin enggan meniup menyapu dedaunan
Adakah engkau mendengar sepiku mengalun diterbangkan angin lalu?
Sementara aku masih terpekur pada kisah-kisah indah yang tersusun rapi di lemari hatiku
Rembulan mengintip malu di balik mega
Seakan enggan menemani laraku
Lara hati yang merindu
Merindu akan masa lalu
Andai sepi ini adalah sisaku
Aku tak mau merasakannya
Bila cinta ini adalah derita
Aku tak sanggup untuk menanggungnya
Angin tetap tak berhembus walau hanya sesaat
Tuk terbangkan rasa kecewaku
Malam kian kelabu
Hati merindu kian merindu
Rintisan kata demi kata sang pesajak kerinduan :)) Ku ingin mendapatkan kejelasan akan hidupku.
Senin, 25 Agustus 2014
Putus Saja
Awalnya kau memang manis
Akhirnya kau sungguh sadis
Dahulu kau berkata akan setia
Tapi di belakangku kau mendua
Inikah yang kau sebut cinta?
Membagi hati dengan banyak wanita
Awalnya ku tak percaya
Tapi ini benar di depan mata
Kau bermesraan dengannya
Sungguh ku tak menduga
Ternyata yang kau ucap itu dusta
Dasar kau memang buaya
Yang bisanya mempermainkan wanita
Lebih baik kita putus saja
Dari pada aku terus tersiksa
Oleh sikapmu yang tak pernah ingin terbuka
Akhirnya kau sungguh sadis
Dahulu kau berkata akan setia
Tapi di belakangku kau mendua
Inikah yang kau sebut cinta?
Membagi hati dengan banyak wanita
Awalnya ku tak percaya
Tapi ini benar di depan mata
Kau bermesraan dengannya
Sungguh ku tak menduga
Ternyata yang kau ucap itu dusta
Dasar kau memang buaya
Yang bisanya mempermainkan wanita
Lebih baik kita putus saja
Dari pada aku terus tersiksa
Oleh sikapmu yang tak pernah ingin terbuka
Langganan:
Komentar (Atom)